pukul dua belas pikiranku terus melayang bebas jauh hingga tak berbekas lamunan yang tiada selaras membuat jiwa makin tak waras oh tuhan aku terjebak dalam pikiran sendiri cerita-cerita yang belum tentu terjadi semua ku pikirkan setiap hari dan khayalanku semakin menjadi-jadi tuhan aku gak sanggup sesak di rongga dada ini tak tertahankan hanya karna salahku sendiri bermain dengan pikiran yang berlebihan ternyata itu membunuhku secara perlahan apakah semua yang aku pikirkan bakal terjadi? atau aku yang terlalu takut menghadapi kenyataan? ternyata aku memang takut takut semua yang aku takutin bakal terjadi sepicik itu pikiranku dan aku lelah dengan pikiranku sendiri tuhan bolehkah aku amnesia sementara? aku lelah dengan semua drama yang ada pikiranku kian menggila aku terjatuh dalam jurang yang sama meratapi dalam hampa terbelenggu oleh asa pada akhirnya aku sadar waktu terus berjalan tak bisa ditawar banyak bersyukur mungkin salah satunya...
jika kamu kecewa karena merasa telah menunggu terlalu lama, ingatlah pada senja yang mengajarkan bahwa ada kata menunggu yang tidak sia-sia. selalu ada harapan yang sangat indah meskipun dengan waktu yang terbatas. rela menunggu seberapa lama hingga mengorbankan segalanya, demi melihat indahnya senja. namun ternyata senja juga tak selalu ada, tapi kenapa masih rela menunggu dengan waktu yang tak pasti? k arena senja membawa sejuta ketenangan, dan senja tidak pernah ingkar janji akan keindahannya. dari senja aku belajar, jika tak bisa melihat senja hari ini, masih ada lain hari untuk bisa melihat eloknya warna langit dikala senja. sama halnya dengan kecewaku, akan ada kebahagiaan yang terbayar tuntas demi senyum indahku.